Jumat, 14 September 2012

BENOA ETAM


Senin 18 Juni 2012 adalah hari pertama aku menginjakan kaki dibumi Borneo ini, takdir Tuhan telah menuntun ku untuk berada ditempat nan jauh dari kampung halaman ku ditanah melayu Riau, aku harus mengikuti suami yang bekerja diperkebunan sawit dipedalaman Kalimantan Timur, tepatnya di Kecamatan Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timur, sungguh ini adalah perjalan terjauh untuk ku saat ini. Delapan belas tahun dibesarkan di Riau baru kali ini aku merantau jauh, biasanya aku hanya mengunjungi Pulau Batam, Tanjung Balai Karimun dan beberapa kota lain di Riau dan Kepulauan Riau, kebiasaan tinggal di daerah kepulauan tidak membuat ku mabuk dalam perjalanan udara dan darat. Perjalanan dimulai dari tempat tinggal ku

Pulau Sambu----- Sungai Guntung----- Batam------Jakarta-----Balikpapan---Sangatta--Rantau Pulung

Perjalanan laut 3,5 jam ditambah perjalanan udara 5 jam dan sepanjang perjalanan udara ketika telah memasuki pulau kalimantan aku melihat banyak sekali kilang minyak lepas pantai (kebetulan aku dapa kursi di tepi jendela) selanjutnya perjalanan darat dari Balikpapan ke Sangatta 9 jam dan Sangatta Rantau Pulung 1,5 jam. Ketika baru tiba di Sangatta aku cukup merasa senang karena kotanya lumayan maju tapi ketika melanjutkan perjalanan menuju Ranpul aku kaget, betapa tidak kami harus melewati jalan tanah berbatu yang berbukit naik turun, dibagian bawah lembah dan membelah belantara KUTIM dan disepanjang jalan terpampang papan larangan yang menyatkan wilayah kekuasaan PT KPC. Tanah yang kami lewati sangat menkjubkan tanah hitam yang mengandung batu bara sepanjang jalan sejauh 30 KM Subhanallah sungguh kaya Provinsi ini. Sesampainya di Ranpul (begitulah orang menyebut tempat ini) aku cukup merasa senang karena lumayan rame dan banyak mobil yang lalu lalang,, tapi sayangnya tidak ada pasar setiap hari seperti tempat ku dulu, disini pasar diadakan dimalam hari tepatnya hari selasa malam, aneka ragam kebutuhan pokok dijual dipasar ini,, aku sangat terkejut ketika mengetahui batapa mahalnya bahan kebutuhan pokok ditempat ini, kecuali sayuran yang terbilang cukup murah, seminggu tinggal ditempat pertama akhirnya kami diminta untuk pindah kelingkungan perusahaan karena telah tersedia mess khusus untu staff, alhamdulillah suami ku mempunyai jabatan yang cukup lumayan ditempat ini sehingga kami bisa menempati rumah dengan fasilitas yang cukup baik.

Lima hari ditempat yang baru suami mendapat tugas keluar kota dan alhamdulillah aku bisa ikut, akhirnya kami menempuh perjalanan jauh lagi kami akan ke Tanah Grogot sebuah kabupaten di provinsi Kutai Barat perjalanan jauh lagi 1,5 jam + 9 jam naik mobil ditambah lagi naik spead boat (bahagianya diriku karena bisa naik spead boat lagi maklum biasanya ketika di Riau tiap hari aku naik boat meski nggak bisa renang heheehhe) sungai yang kami belah cukup besar 30 menit mengunakan spead dan lagi-lagi aku hanya bisa berujar Subhanallah ketika tiba dipesisir Balikpapan betapa banyaknya pipa-pipa minyak dan gas yang aku lihat, kapal-kapal tengker dan kargo yang bersandar dipelabuhan. Sesampainya di Penajam kami masih harus meniki Mobil lagi sejauh 3 jam ckckkckc lumayan juga bikin aku eneg, tapi aku harus kuat (umminya mujahid harus kuat masak sama perjalanan mobil bisa kalah gimana mujahid kita mau berperang nanti,,, itulah pesan suami ku setiap kali aku mau muntah dalam perjalanan, cita-cita kami adalah ingin junior kami kelak menjadi seorang mujahdi yang siap berjihad di jalan Allah untuk membela Dien Nya aamiin..) sepanjang perjalanan aku cukup geli dibuatnya, betapa tidak kota grogot ini bisa dibilang kota Ungu mulai dari trotoar, tong sampah, balai kota, rumah sakit, Pot bunga, Terminal, Pasar dan lain-lain berwarna perpaduan antara dark purpel dan soft purpel ckkcckcck my favorit colour. Lima hari di grogot aku udah diajak keliling-keliling ketika suami pulang dari tempat opname kami gunakan waktu untuk melihat-lihat kota ini,, taman kota sepanjang sungai Kandilo, kandilo Plaza, Mawar raksasa dan beberpa tempat lagi (ntar ada ftonya hehheheh).

Kembali ke Ranpul, oh ya aku lupa disini aku mempunyai saudara seiman dan sefitroh keluarga Ustadzah Nila Karmila, seseorang yang sudah aku anggab sebagi kakak ku sendiri "kak mila" begitulah aku menyapanya (kebetulan suami kak mila adalah murobbi suami ku) Shofia kecil yang sudah sangat lancar mambaca (umurnya masih 5 th tapi udah bisa baca majalah xiixiixxiix pintar yaaaa) ditambah lagi jika berbicara denganya dia akan menggunakan bahasa indonesia yang baku kata kak mila ini faktor dari buku bacaan sehingga shofia selalu menggunakan bahasa yang biasa digunakan dalam buku, lucu banget kalo dengar dia bicara (oh ya sofia kemarin juara 3 lomba tartil quran sekabupaten lomba ini untuk anak umur tujuh tahun tapi sofia baru lima tahun sudah bisa mengalahkan rekan-rekan yang lebih besar darinya, dia juga senang mewarnai dan kemana-mana selalu memakai jilbab meski bajunya mini hihihih) lalu ada si Sayid hmmmm yang ini manja bangeet sama uminya,, baru bisa dekat dengan ku setelah beberapa kali bertemu dan kuberi hadiah jam tangan, sayid ini cakep banget,, ^_^ dan ada mamak juga, beliau adalah ibunya kak mila beliau baik sekali aku sudah dianggab seperti anaknya,, ketika lebaran kemarin aku baru merasakan ada disisi keluarga ketika mengunjungi beliau di kota Bontang (itu looh tempatnya Pupuk Kaltim yang terkenal itu) aku dikasih makanan khas Bugis oh ya kak mila orang bugis seperti suami ku dan sahabat-sahabat ku di Riau sana, akhirnya aku bisa makan buras, langka’ tapai dan makanan bugis lainnya, rasa tapainya seperti buatan ibu mertua ku dan seperti buatan bundanya sahabat ku Saritillawah, oh ya disini juga ada ibu amanah, beliau adalah juru masak untuk para FC yang masih training beliau juga sangat baik kemarin ketika my lovely hubby ada seminar di Balikpapan dan aku tidak bisa ikut maka aku tidur dirumah beliau beberapa malam, meski hanya malam saja aku kesana (maklum aku tidak berani tidur sendiri  aku sedikit phobia ).

Well ramadhan datang sedih deh,, jauh dari keluarga besar ku, rindu mama.....papa....adek-adek, g nikmatin sup tulang buatan mama, dendeng, hiks hiks hiks.....” sssssstttt hapus air mata g boleh cengeng katanya ummu mujahid” itu tuh senjata suami ku kalo aku lagi sedih and than aku batal nangis xixiixix ^_^ ramadhan kali ini beda banget biasanya aku Cuma tau makan aja sekarang mau nggak mau aku harus nyiapin untuk suami tercinta menyenangkan sekali rasanya, hari berganti dan waktu berlalu akhirnya Syawal tiba lebaran idhul fitri, papa telfon katanya lebaran dirumah sepupu papa saja yang di Samrinda waaah asik aku jadinya nggak perlu sedih. 17 agustus jam 15.00 WITA kami berangkat menuju Sangatta denag mengunakan sepeda motor (ini adalah kesepakatan kami berdua ingin menikmati tantangan dialam borneo dengan si” Hitam” setiba di Sangatta kita pilih nginap dulu karna dari Sangatta ke Samarinda menempuh jalan 5 jam, 18 Agustu jam 09.00 WITA perjalanan dimulai segela peralatan untuk si “Hitam” telah disediakan jalaaaaaan....... wuuuuz wuuuuz wuuuuz ckckckkc suami ku pembalap 100 KM/JAM jantungku rasanya mau copot kalo jalan lurus nggak masalah tapi ini jalan naik bukit turun bukit meski beraspal mulus, aku harus selalu mengingatkannya dengan mengurangi kecepatan karena aku nggak mau dia kenapa-napa ( aku kan sayang suami ku sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaat *_* ) sampai di kota Samarinda dengan bermodalkan GPS yang ada di Tablet PC ku (ini dibelikan suami ketika bulan madu di Batam... makasih sayaang love u... :* ) well satu jam keliling nyari jalan ulin akhirnya ketemu, tepatnya didepan jalan raya di tepian sungai mahakam akhirnya kami berlebaran di Samarinda dengan semangat yang masih mengebu-gebu kami putuskan utuk jalan-jalan lagi (hehheheheheh hajar teruuus) tempat pertama yang aku dan suamiku kunjungi adalah Masjid Islamic Center Samarinda....subhanallah besar sekali,, menurut data yang aku peroleh MIC ini merupakan Masjid terbesar kedua setelah masjid Istiqlal di Jakarta dan akhirnya tetap jpreeet jpreeet jpreet (narsis bergaya :P )kami pun memutuskan untuk esok hari Sholat Idhul Fitri ditempat ini, sholat dimulai dengan jamaah yang membludak sampe keluar taman hmmm....
lebaran keliling samarinda dengan si "hitam" kami keliling2 dan nyasar (soalnya lupa ngecas tablet jadi g bisa buka GPS ) tapi nyasar membawa berkah jadi tau deh tempat2 di Samarinda,, Mall Lembusuana, Kantor Gubernur, Jembatan Mahakam dan akhirnya menikmati pacaran ditepian Mahakam sambil makn jagung, kacang dan sate.. (hehehehe makan banyak) setelah dua hari di Samarinda kami menuju Bontang waaaaw kotanya sangat bersih karena disetiap kelurahan ada bank sampah ;) oh ya tak lupa sebelum sampai bontang kami singgah di tugu katulistiwa terlebih dahulu.
well dua bulan lebih ditempat ini akhirya aku harus ke jawa timur menuntut ilmu di kampung bahasa tepatnya diPare... Suamiku aku pasti akan sangat merindukan mu...



ditulis di Rantau Pulung 07 September 2012

upload Pare 14 September 2012



kota bontang,, 28 Agustus 2012


Tanah Grogot 1 juli 2012


Samarinda 21 Agustus 2012

Tugu Katulis Tiwa Kutai Kartanegara 29 Agustus 2012



Tanah Grogot.. 02 Juli 2012



Islamic Center Samainda 19 Agustus 2012


Fajar ke 6 di Ternate part 2

Kami kembali  ke Ternate menggunakan kapal cepat, dan tahu kah kawan-kawan ada hal yang sangat mengganggu saya dalam kapal cepat ini, ...