Bismillah.........
Hai....hai ketemu lagi dengan saya.... sekarang saya akan berbagi pengalaman selama saya tinggal di Gorontalo tepatnya di Kabupaten POHUWATO.
Pagi itu ketika pulang dari RS AMELIA Pare-Kediri Jawa Timur, suami tercinta menelfon untuk bersiap karena tiket pesawat utuk ke Gorontalo udah dipesan olehnya melalui teman baik ku Husin Handoko, what???? Kaget (gimana ngga kaget katanya bulan depan aja aku kesana eh malah besok pagi jadinya), Sebel (aku kan harus berkemas sendiri mana pakaian kotor banyak lagi huuuuuuuuuh :( ) bahagia (ya iya laah udah 3 bulan g ketemu hihihhhih) mana badan ku capek baget soalnya tadi malam ngga bisa tidur (secara nunggin teman yang harus dirawat di rumah sakit, kalo anak kosan gini kan harus saling menjaga kalo sakit ) well di bantu si cantik elin constantianopel kami segera paking semua barang, buku-buku,pakaian dan lain-2, dan ya tuhan kok tasnya jadi beranak pinak ya.... kemarin Cuma 2 tas sekarang jadi 4 tas wkwkkkwkwk. Selesai Packing aku mengajak elin ke Kediri Mall untuk membeli oleh-oleh dan beberapa pesanan suami. Peswat yang akan membawa ku menuju Gorontalo akan berangkat pada pukul 12.45 WIB jadi aku pilih travel yang membawaku pada pukul 8 pagi dari Pare menuju Juanda di Siduarjo, tetapiiiiiii sopir travelnya menelfon pada pukul 5 subuh kalo aku akan di jemput pada pukul 6... haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa????? Aku kan belum selesai Packingnya, dan semua anak kos dibangunin bantuin aku angkat barang-2 dan paking (maksih ya heheheh)
Kejadian mengharukan di mulai,, meluk elin (elin adalah adik sahabat ku di RIAU dan aku juga sudah sangat akrab dengan keluarga elin, jadi dia udah seperti adik sendiri ) lalu Vera, Pinas, Rika, Rina , Ani, Deta dan anak baru yang belum sempat aku tahu namanya.
Pukul 09.00 WIB aku tiba di Juanda, well ini perjalanan kedua ku berangkat mengunakan pesawat seorang diri jadi udah nggak kaku lagi hee... aku harus menunggu 4 jam lebih sebelum keberangkatan. Oooooh lamanya,well beebrapa saat duduk diruang tunggu aku pun mulai ngantri lalu menuju lantai atas dan menikmati Rawon nikmat sebelum terbang (soalnya ngag sempat sarapan pagi tadi) satu mangkok rawon di bandara bisa buat 6 mangkot di Pare mahal amat ya, untung masih ada sisa uang setelah membayar kelebihan bagasi sebanyak 12 kg hiiiii.... terbang-terbang, well transit dulu di Hasanudin Makassar yang luaaaaaaas bgt,, lebih luas dari Hang Nadim, Juanda dan Sepinggan. Akhirnya pukul 20.00 WITA aku sampai di bandara Jalaludin Gorontalo, ketemu my luphy luphy berpelukaaan....... ( ahihihiihih ^_^) tapi ada kejadian yang menjengkelkan, Koperku Hilang..... :( aku segera lapor ke kantor sri wijaya air dan diberi surat kehilangan koper dan di janjikan 24 jam akan kembali, lalu kami memutuskan ke Hotel untuk istirahat dulu, wuuz wuzz mobilnya ngebut soalnya yang bawa bosnya suami ku, huuu kehilangan koper padahal baju cuma yang dibadan, akhirnya suami mengajak ku ke Gorontalo Mall untuk nayari baju, dalam kondisi lelah akhirnya aku ikut juga kebetulan Hotel tempat kami menginap hanya beberapa meter dari GM, pilih-2 hmmmmm ngga ada yang sesuai tapi ya terpaksa beli dari pada ngga ganti ^_* . Kesan pertama melihat kota ini yah sedikit kecewa karena ibu kota Provinsi yang tidak semegah Balikpapan, Samarinda, Batam dan Kediri, tapi ini bisa dibilang cukup cepat perkembangannya dikarenakan Gorontalo merupakan Provinsi baru. Sore hari selepas chek out kami dijemput oleh meneger suamiku (bapak ini orang minang looh sama dengan aku hehehhe ) lalu kami diajak berkeliling melihat kota Gorontalo, waaaw ternyata indah banget,, perkampungan disepanjang teluk tomini.
Well sesuai dengan janji yang dikatakan oleh pihak sriwijaya air akhirnya koperku kembali, alhamdulillah...... perjalanan dilanjutkan menuju Taluditi, dikarenakan perjalanan malam maka aku memilih untuk tidur, lagi pula aku merasa sangat lelah, pukul 01.30 WITA kami tiba dirumah yang disediakan perusahaan. Hmmm rasa lelah yag teramat sangat membuat ku memutuskan kembali menghempaskan tubuh ini ke kasur dan terlelaplah hingga fajar menjemput.
Taluditi adalah kecamatan yang cukup maju, jika aku bandingkan dengan kecamatan Rantau Pulung tempat aku tinggal dahulu di Kalimantan Timur, disini jalanan sudah Aspal semua hingga kepelosok desa, PLN dan PDAM sudah 24 jam, setiap PK atau Panca Karsa (biasanya di daerah Trans yang lain di sebut SP atau Satuan Pemukiman tapi disini disebut PK) tersedia PUSKESMAS dan terdapat dokter, bidan dan beberapa perawat, alhamdulillah dokter disini akhwat.
Alam disini sungguh sangat indah......lembah yang terbentang luas menghijau ditumbuhi padi, perbukitan yang masih banyak tanaman asli, perkebunan jagung yang luas, kelapa, kakao dan buah-2an lainnya, air sungai yang putih jernih.... (pas lihat ini aku langsung ajak suami berenang di sungai setiap minggu pagi hihihihi maklum di Guntung ngga ada sungai ginian) sayur mayur yang cukup murah (kacang panjang,terong,buncis,kecambah harganya Cuma seribu rupiah dan dapat banyak) dan kita akan menemukan pohon Jeruk Nipis, Rambutan dan Duku dimana-mana. Untuk pasar mingguan diadakan pada pagi hari setiap Rabu dan Sabtu (kalo di Ranpul dulu Pasar malamnya setiap Selasa Malam) ketika berbelanja dipasar, banyak sekali rempah-2 yang tidak ada di jual, seperti laos, daun salam, daun jeruk dan daun kunyit (maklum orang sumatra kalo masak rempahnya banyak bangeeeeeeet spesialy aku hihihihihi) penjualnya cukup kaget ketika aku tanya rempah-2 tersebut dan mereka bilang kalo rempah-2 tersebut ngga di jual, karena bisa dijumpai di rumah-2 penduduk. Alhasil kalo mau rempah itu ya dibeli kerumah-2 yang punya tanaman tersebut, dan disni juga ngga ada cabe keriting uuuuuuh yang jual Cuma satu orang dan itu juga ngga selalu ada, penduduk disini lebih menggunakan cabe rawit, karena tanaman caberawit banyak banget disini bahkan dijadikan pagar tanaman, Penduduk disini banyak orang dari Pulau Jawa,mereka adalah transmiggran ada juga penduduk asli gorontalo, kalo yang dari sumatra bisa dihitung dengan jari hiiiiii .