
Berhubung permintaan cuti ditolak dan akhirnya terpaksa kami berlebaran kembali disini, tiket Garuda GTO-PKU harus dicencel. Semua rencana buyar, rasa rindu yang membucah pada ibu ayah dan sanak family harus kembali tertahan. Dan akhirnya kami memilih untuk menghabiskan waktu libur yang hanya 10 hari ini untuk berjalan ke Arah timur, perjalanan dimulai, dengan mobil sewaan yang membawa kami selama 6 jam perjalanan ke kota Gorontalo, kebetulan kami berangkat pada malam 27 Ramadhan, dimana pada malam ini seluruh daerah di Gorontalo semarak dengan TUMBILOTEHE yang merupakan tradisi turun temurun menyambut malam lailatul qadar. Kami telah merencanankan perjalan menggunakan kapal pelni, KM Sangiang akan membawa kami ke Bumi Maluku. Dari kota Gorontalo menuju pelabuhan Pelindo bisa menggunakan bentor biayanya 30.000 untuk 2 orang, dan sebelum berangkat jangan lupa beli air mineral dan makanan yang banyak hehehehe, karena dikapal 1botol 1,5l harganya 15.000 kalo beli di hypermart atau indomart 4x 1,5l hanya 10,000. Kapal di jadwalkan berangkat jam 10 pagi di undur jadi jam 10 malam laluu...... di undur lagi menjadi jam 5 subuh dihari berikutnya. Dan pemberitahuan itu kami dapatkan setelah kami tiba dipelabuhan, alhasil Ghazia sayang harus menikmati tidur di dinginnya lantai pelabuhan, ghazia sih tetap heppy dia dimana aja asal ngantuk tidur ^_^ umi ghazia juga tidur hanya abi yang begadang jagain barang sambil nonton piala dunia, berhubung kami berangkatnya setelah lebaran makan pelabuhan cukup sepi.
 |
| ghazia lagi tidur di pelabuhan beralskan tikar dan pake bantal tisu ehhehe |
 |
| Makan siang yang di masak oleh kru KM Sangiang |
 |
| santai pake Hammock berhubung kapal sepi penumpang |
Kapal bersandar pukul 04.00 WITA kapal yang berlayar dari Kepulauan Togean menuju Gorontalo -Bitung- Ternate – Sanana dan akan berakhir di......... saya lupa ehheehheheh. Tiket kapal yang tersedia hanya kelas ekonomi, Karena pemerintah telah menghapuskan sistem kelas pada kapal pelni kecuali KM Kelud dan Sinabung yang masih tersedia kelas 1 dan 2. Tiket kapal dari Gorontalo ke Ternate Rp. 214,000 dan gahzia telah berumur lebih 2 tahun di hitung seharga tiket dewasa. KM Sangiang berjalan cukup pelan perjalanan dari Gorontalo-Ternate ditempuh dalam waktu 36 jam, dengan waktu singgah di bitung selama 5 jam, perjalanan laut cukup tenang, angin berhembus dengan tenang, tak ada gelombang, kapal berjalan di sisi selatan pulau Sulawesi bagian utara, teluk Tomini masih cukup tenang, dan kapal pun sepi sehingga kami bisa piknik dengan leluasa di seluruh bagian kapal^_^
FYI kapal Sangiang ini tidak terlalu besar, bisa mengangkut sekitar 900 penumpang, di kapal ada toilet yang cukup bersih, ada kamar mandi, ada musolah yang dapat menampung 50 orang di kapal juga selalu dikumandangkan suara azan dan selalu sholat berjamaah tiap waktu, dan kita juga dapat jatah makan 3 kali sehari, makanannya cukup bergizi, nasi, sayur dan ikan serta susu UHT dipagi hari, dan minuman kemasan di siang dan sore hari, kata abi zia sih enak tapiiii umi zia tak sanggub mau makan wkkwkwkw. Perjalanan dari Gorontalo ke Bitung sangat sepi hanya ada beebrapa penumpang sehingga tidak pengap dan kami bisa tidur dengan nyenyak, sebab tadi malam tak bisa tidur pulas dan juga mabuk laut. Setibanya dibitung penumpang cukup ramai sehingga kami lebih banyak menghabiskan waktu di Dek kapal sambil bergantian mengcek barang2 di bawah. Bitung ke Ternate berjalan lancar anginpun tenang, sepanjang perjalanan hanya ada lautan tanpa sisi, kecuali saat setengah perjalan, ditengah-tengah laut maluku ada 2 buah pulau, awan berarak bergumpalan seakan-akan ingin aku kumpulkan dalam sebuah wadah ^_^, dalam perjalanan ini masya allah banyak sekali hal yang dapat saya pelajari dan syukuri, betapa kecilnya kita, dan betapa luasnya samudra, dan betapa besarnya sang pencipta Alam semesta ini Allah SubhanaWataala.
Jam 13.00 WITA gunung Gamalama sudah terlihat dari anjungan kapal tapi perjalanan masih cukup jauh.......
(bersambung ya.... Fajar ke 6 di Ternate)
 |
| Gunung Gamalama terihat dari kapal Sangiang dan masih 3jam lagi untuk bersandar |
 |
| Pulau Maitara dan Tidore sperti uang seibu rupiah, diambil dari buritan kapal KM Sangiang |
 |
| Hai dude.....iloveu :* |
Gorontalo 28 juni 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar