Jumat, 29 Juni 2018

Fajar ke 6 di Ternate part 2



Kami kembali  ke Ternate menggunakan kapal cepat, dan tahu kah kawan-kawan ada hal yang sangat mengganggu saya dalam kapal cepat ini, yakni penumpang bayangan, yaaa hanya karena selisih 10ribu rupiah mereka tidak mau membeli tiket di loket tapi memilih membeli di boat, dan tentu saja ini mengakibatkan kelebihan kapasitas yang di tentukan, bagaimana jika terjadi kecelakaan? Hmmmmm.
Ada hal yang lucu selama kami di Ternate, saat mengantar baju ke Londri saya berbicara dengan bahasa Indonesia.
"buk baju ini akan saya ambil sore ya" 
sang ibu menjawab "tarada yang bakerja, jadi ambil besok saja" 
"oke  bu, besok saja diambil"
"saya"
umi ghazia mulai bingung dan bertanya "maksud ibu bisa?" si ibu jawab lagi "saya"
sudahlah umi ghazia pusing dan pulang aja ke homestay, dan barulah umi ghazia tau kalo "saya" itu artinya iya dan tarada itu artinya tidak ada :D

Ternate......sebuah kota yang  indah, Laguna, pantai, gunung semua bergabung dalam 1 tempat. Di Ternate sudah ada Mall, hypermart dan tersebar berbagai taman kota untuk  melepas lelah, taman-taman yang cukup rame di senja hari, dan disetiap sudut kota Ternate ini terdapat masjid yang indah.  Yaa....sebagian besar penduduk ternate beragama islam, saya banyak menemui akhwat-akhwat yang menggunakan cadar, damai rasa hati melihatnya.  Saya akan menjabarkan beberapa tempat wisata yang kami kunjungi.
landmark Ternate
1.       Landmark kota ternate. Yaa tempat ini lah yang pertama kali kami kunjungi ketika tiba dikota Ternate, tempat yang indah, terletak didepan Kantor walikota Ternate, taman yang terletak dipinggir laut, didepannya banyak kapal-kapal mewah milik pribadi yang sedang lego jangkar (kwkwkwkw apalah bahasanya ini ), ada kolam cantik ditengah taman, yang bisa memancarkan air dimalam hari, indaah sekali.   Enakanya di Ternate kita parkir dimana aja nggk dimintai uang parkir ^_^
2.       Masjid agung kota ternate, masjid yang sangaat besar dan indah. Terletak ditepi laut, berhubung saya sedang halangan jadi  hanya abi zia yang singgah untuk sholat
benteng Tollaco
3.       Benteng Tollaco, benteng portugis yang tak jauh dari pelabuhan dufa-dufa, masya allah indah banget pemandangan dari benteng ini, di depan laut Halmahera, dibelakang gunung Gamalama, benteng terawat dan bersih kalo datang kesini enaknya pagi hari.
4.       Taman Nukila, taman yang terletak tak jauh dari landmark kota Ternate ini meneydiakan tempat bermain untuk anak-anak, dan tentunya ghazia paling senang xixiixiix
taman Nukila
5.       Laguna...... the amazing pleace. Danau laguna ini terletak didesa Ngade, naaaah untuk kesini kita lewat jalan tepi laut saja yaa,, pertama kesini kami tak mengikuti saran pak Riswan, kami mengikuti saran mbah googel dan hasilnya  capeeeek, harus jalan kaki karena turunan dan tanjakan super tajam, apalagi pake motor matic, saya sampe mau pingsan sangking capeknya, ditambah lagi Ghazia rewel.  Berhubung masih penasaran karena hari pertama hanya sebentar di ngade, kami kembali lagi dan kali ini lewat jalan pantai, dan Alhamdulillah lancar din Ngade ini kita bisa lihat, danau, laut Halmahera, pulau Maitara dan Pulau Tidore jika tidak tertutup awan.  Terdapat spot foto yang bagus, awalnya saya tau ini karena lihat instagram ashanty eheehh
Ngade, Laguna, gunung, autan dan pulau jadi satu
6.       Restoran florida,  lokasi yang tepat untuk menikmati pulau Maitara dan Tidore, harga makanan cukup mahal, tapi sebanding dengan pemandangan yang didapatkan.
pemandangan dari restoran florida
7.       Pantai Falajawa seru dan rame yang renang.
"pantai" Falajawa




 akhirnya setelah 6 hari di Ternate, kami harus kembali ke Gorontalo, kali ini perjalanan melewati kota Bitung.  kapal berlayar dari Ternate jam 05.00 WIT pada pukul 12.00 WITA kapal telah memasuki selat Lembeh,  dan itu tandanya kota Bitung sudah dekat, kami memutuskan untuk langsung ke Gorontalo dan tidak singgah lagi ke Manado.  Jarak tempuh Bitung ke Gorontalo kurang lebih 480KM masya allah dan kami harus naik mobil selama 14 jam, alahamdulillah, ghazia dan uminya tidak mabok darat padahal tidak minum obat apapun,  jam 14.00 WITA  mobil memulai perjalanannya dari kota Bitung, tentu sebelumnya singgah di RM Padang dulu... (umi ghazia lapaaaar) wkwkwkwkk.  berhubung ini hari minggu maka 80% toko di kota Bitung tutup, yaaaa dibagian timur indonesia kebanyakan toko tutup di hari minggu.  sepanjang perjalanan dari Bitung ke Manado hanya jalan kota dan jalanan yang dipenuhi tanaman rindang, ketika memasuki kota Manado perjalanan di lakukan di sisi utara dan sepanjang jalur yang kami lalui adalah pantai, indah.....pulau-pulau dan kota manado tua terlihat dari sepanjang pantai, jembatan Malalayang, TransMart, Mall hotel-hotel berkelas menjadi pemandangan di kiri dan kanan mobil, saya belum menemukan masjid, mungkin saja tidak di lalui oleh mobil yang kami tumpangi.   100KM perjalanan  mobil berhenti di WC UMUM, yaaa| ada satu daerah yang khusus menyediakan WC umum, terdapat banyak WC umum dan kamar mandi disini wc umumnya bersih nggak kalah sama wc di hotel, terdapat mata air yang sangaat jernih dan segar.   Setiap mobil yang melintasi tempat ini pasti singgah.  Sepanjang perjalanan hanya Salib dan Gereja yang terlihat, disitulah sya merindukan masjid dan suara azan, alhamdulillah saat magrib kami memasuki sebuah desa yang ada masjidnya, saat azan berkumandang rasanya, hati saya benar-benar terobati, pemandangan yang kontras, saat mobil memasuki kabupaten Gorntalo utara barulah saya menemukan  masjid dan rumah-rumah yang masih menyisakan lampu kerlap kerlip sisa acara Tombilutehe (maaf untuk Bitung ke Gorontalo, nggak ada foto-2nya dikarenaka hp udah mati total). 
So............. gaes,,,,,Ayo sisihkan uang untuk jalan-jalan, Indonesia ini luuuas kaka... tak cukup hanya dengan melihat di layar persegi itu, lihatlah secara langsung dan ini jauuh lebih indah.  Mahal kah jalan-jalan? tidak, tidak perlu pake Pesawat, pake kapal Pelni aja murah :) untuk makan bagaimana? biar hemat beli 1 bungkus bagi 2 aja wwkwkwkwkwk, atau beli nasi kuning aja 1 porsi cuma Rp10.000. jagung dan kacang rebus banyak yang jual kok, lemang (nasi buluh) juga banyak, bukankan makan itu tak harus nasi? :D


slah satu view di Landmark kota Ternate

fajar membiaskan cahayanya dari balik sisi gunung Gamalama

Fajar terakhir sebelum melanjutkan ke Gorontalo

gunung gamalama terlihat dari benteng Tollaco

ikon KOTA TERNATE

berayun ayun iixixiix

museum rempah-repah yang terletak di benteng Van Orange



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fajar ke 6 di Ternate part 2

Kami kembali  ke Ternate menggunakan kapal cepat, dan tahu kah kawan-kawan ada hal yang sangat mengganggu saya dalam kapal cepat ini, ...