PARE OH PARE
Pertama kali mendengar nama tempat ini, fikiran ku menerawang kesebuah kota di Sulawesi selatan namun penafsiran ku salah. Pare adalah salah satu kecamatan di kota Kediri Jawa Timur. Aku mengetahui tempat ini dari salah seorang teman ku, setelah itu aku mainkan jemari di tablet pc yang di belikan suami ketika bulan madu di batam beberapa waktu lalu, dengan bermodalkan nekat dan uang saku dari suami tercinta aku memberanikan diri menginjakkan kaki ke Pulau jawa seorang diri, kala itu suami ku sempat ragu karena dia takut aku kenapa-kenapa di perjalanan sementara dia tidak dapat mengantar ku karena ada pertemuan penting di esok harinya. Demi menuntut ilmu akhirnya ia melapaskan ku dengan berat hati, aku menguatkannya dengan kata-kata pamungkas yang biasanya saling kami gunakan “kita kan calon orang tua mujahid jadi tidak perlu takut Allah akan melindungi kita” dia hanya tersenyum sambil memeluk erat diriku sebelum berangkat mengunakan travel menuju Balikpapan, perjalanan yang aku tempuh cukup jauh dari Sangatta ke balikpapan 9 jam lalu terbang selama 1 jam 45 menit. Ini perjalanan pertamaku seorang diri biasanya aku hanya mengerungi laut cina selatan untuk berlibur, tapi kini aku membelah langit indonesia dengan burung besi, akhirnya aku menginjakan kaki di bumi wali songo, travel yang menjemputku telah menunggu di luar bandara, aku sempat gugub, ketika mengingat beberapa kejadian yang biasa aku lihat di televisi. Panglima perang ku di Kaltim terus menelfon katanya takut permaisurinya kenapa-kenapa hehehhehe (lebay... :P). Perjalanan dari juanda menuju pare cukup jauh, 3 jam lamanya hmm aku benar-benar lelah. Sepanjang perjalanan aku terus bersyukur atas keadaan ku saat ini, tahukah teman apa yang aku lihat?. Aku meihat hal yang belum pernaha sebelumnya aku lihat baik di kampung halaman ku di Riau dan ketika aku mengikuti suami ke Kaltim. Aku melihat pengemis, aku melihat pengamen, pembersih kaca mobil dilampu merah, dan tahukah dirimu teman betapa berbinarnya wajah mereka ketika driver memberikan koin 100 rupiah... what? Aku sampai tertegun, koin itu sungguh sangat berharga baginya. Sepanjang jalan aku terus menangis betapa selama ini aku lupa akan bersyukur, aku sedikit boros dan terkadang aku selalu ingin menikmati yang enak-enak saja, sedikit sombong. Tapi kini, inilah pelajaran yang aku ambil dari keberadaan ku di pulau jawa, sungguh aku sangat berterimakasih pada suamiku yang mengizinkanku untuk kursus bahasa asing di jawa, tidak hanya pelajaran bahasa asing yang aku dapatkan tapi juga pelajaran kehidupan, semakin rindu aku pada pujaan hati ku, pada imam ku yang tengah berda di borneo. Sebenarnya aku tak ingin pergi jauh darinya tapi berhubung ini demi masa depan kami dan hanya beberapa bulan, maka aku terus melangkah untuk maju.
Tibalah aku di sebuah camp, yang letaknya di jalan glagah pertama kali tiba disana aku langsung disambut oleh saudari ku yang juga seorang akhwat, senyum ramahnya sembari memeluk ku. Sementara beberapa perempuan disana tamapak cuek dan enggan menyapa, inilah yang aku rasakan perbedaan antara akhwat dan yang lain, ketika kita bersua meski tak saling kenal kita tetap mengucapkan salam dan tersenyum ramah bahkan memeluk dengan hangatnya, hal ini juga aku rasakan ketika pertama kali berada di Rantau Pulung Kaltim, dan ketika aku jalan-jalan di Samarinda. Singkat cerita ukti fitri lah yang menemani ku untuk mencari tempat penyewaan sepeda (disini para siswa menggunakan sepeda untuk kegiatan kursusan) kami sering pergi bersama karena dia juga merupakan teman sekamar ku. Banyak hal yang kami lewati bersama kami bertiga, aku, fitri dan fira kami sering malakukan kegiatan bersama kebetulan kami satu kamar, mereka inilah yang menghibur ku ketika air mata rindu ini menetes setiap kali suamiku menelfon, apa lagi ketika dia mengatakan rindu pada ku dan suaranya terdengar parau karena menahan rasa rindu, mungkin dia menangis (huhuhuhuhuhu ) kami juga sering sholat berjamaah, mengaji bersama saling mengingatkan, dan kami seperti bersaudara, fitri selalu menjadi imam karena dia telah mendapatkan rezeki lebih untuk menunaikan rukun iman yang ke lima di usia 23 tahun (insyaallah 3 tahun lagi aku dan suami akan mengunjungi rumah Allah aamiin... ^_^ ). Fitri dan fira berasal dari makasar sementara aku berasal dari Riau, kami memiliki selera yang berbeda dalam makanan, mereka fine-fine saja dengan masakan daerah ini tapi tidak dengan lidah ku, karena perbedaan rasa masakan dan tekstur nasi maka aku sempat tidak bisa makan selama empat hari, untungnya ketika jalan-jalan dengan fira aku menemukan warung sumatra, pertma kali makan disana kau benar-benar merasa senang sekali karena berasa dirumah. Mulai hari itu sampai selama aku di pare aku selalu makan di warung sumatra, bahkan ada teman yang berujar apakah aku tidak bosan? Aku fikir tidak karena sesuai dengan lidaah ku. Satu bulan di Alfalfa kami bertiga pindah ke bording house yang terletak di jalan Brawijaya dikarenakan jadwal kursusan kami yang sangat padat dan letak kursusan kami yang cukup jauh dari alfalfa maka dari itu kami memutuskan untuk pindah dari Camp Alfalfa, kami kembali bersam di bording house yang baru mungkin inilah maksud dari perkataan “jiwa itu seperti sekumpulan prajurit jika saling mengenal maka ia tak aakn merasa asing” kami bertiga tidak pernah marah-marahan saling mengerti satu sama lain, selalu tidur siang bertiga jika salah satu membeli makanan maka itu akan kami nikmati bertiga. Subhanallah aku sangat bersyukur karena Allah mempertemukan aku dengan mereka, mereka ramah, tidak mudah tersinggung, dan tidak pelit, masih jelas dalam ingatan ku ketika aku sakit merekalah yang merawat ku, mereka yang menemaniku ketika terjaga di tengah malam. Fira membawa sekotak obat yang isinya bermacam-macam dan dialah yang selalu memberi kami obat jika kami sakit (maminya fira bekerja di dinas kesehatan), fira itu anaknya lucu banget kita selalu punya cerita yang dibagi bersama, dia juga sering membuat kekonyolan hihihihihihi dan kawat giginya itu iiiiiiiii gede bangeet heehehhehe (pisss ya fira *_*V ) sekarang fira udah bekerja disalah satu perusahaan tambang di Sorako SULSEL. Fitri......fitri itu sedikit bicara dia adalah yang paling rajin belajar, kalo jam 9 aku dan fira sudah tidur maka fitri akan tidur pada pukul 12. Semangatnya yang membara untuk melanjutkan master di jepang mengalahkan rasa kantuknya, dia adalah tempat kami bertanya dalam segala hal terutama tentang agama, perawakannya yang kecil membuat dia terlihat sangat imut, dan ternyata banyak yang naksir dia loohh hehheheh (tapi dia belum berfikir untuk menikah) fitri itu juga lucu terkadang dia kami jadikan bahan untuk lucu-lucuan hehehhe.
Di Bording house aku menemukan teman-teamn yang luar biasa sama seperti ketika di Alfalfa, di bording house ku terdapat 13 orang, lebih dari separuh mereka datang ke Pare untuk mengasah kemampuan TOEFL dan ILST karena mereka akan melanjutkan Master ke luar negri, seperti vera dari lombok, dia kana melanjutkan S2 Kimia di new zeland, Pinas yang akan melanjutkan Master sikologinya di Belanda juga ada Tisa, Dita dan beberapa teman lain yang juga akan meninggalkan tanaha air untuk melanjutkan pendidikannya. Di tempat kos ternyata aku tidak sendiri, ada juga beberapa teman ku yang telah menikah dan mereka seusia denganku, kita menuntut ilmu di pare dan jauh dari suami tercinta.
Oh ya... bordinghouse ku letaknya sangat strategis dan mudah untuk akses berbelanja, di sekitar AA bording house ada warung makan bu sakinah, mini market Al Amin, toko alat tulis AA, Warnet dan masih banyak lagi, disini pemilik kos menerapkan peraturan yang tidak memperbolehkan laki-laki masuk ke Kost apa lagi ke kamar Kost, jika ada tamu laki-laki maka hanya boleh duduk diteras luar, dan jam berkunjung atau keluar malam hanya sampai jam 21.00 WIB jika lewat dari jam tersebut maka pintu gerbang tidak akan dibukakan, jadi kalo tidak mau tidur di pinggir jalan maka pulanglah sebelum jam tersebut, satu hal sangat saya suka dari Pare adalah nuansa keagamaan yang sangat kental, disetiap Gang ada musolah atau masjid azan akan silih berganti berkumandang, kita akan mudah menemukan akhwat-akhwat berjilbab lebar, suatu pemandangan yang indah
alun-alun pare, biasanya setiap Ahad pagi alun-alun akan rame banget dipenuhi anak-anak yang belajar di kampung inggris
masjid Raya An Nur Pare...
masuk desa tulungrejo
(liburan di jogja 26 oktober 2012)
pantai selatan jogja with rhieny ^_^
tulungrejo 01 january 2013
upload Taluditi 17 january 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Fajar ke 6 di Ternate part 2
Kami kembali ke Ternate menggunakan kapal cepat, dan tahu kah kawan-kawan ada hal yang sangat mengganggu saya dalam kapal cepat ini, ...
-
pulau kecil ini adalah bagian dalam hidup ku 18 tahun aku dibesarkan ditempat ini, Sungai Guntung merupakan ibu kota kecamatan kateman kabup...
-
Kami kembali ke Ternate menggunakan kapal cepat, dan tahu kah kawan-kawan ada hal yang sangat mengganggu saya dalam kapal cepat ini, ...
-
selasa ceria.... 20032012 sabtu kemarin aku dapat orderan dari tetangga ku untuk bikin kue tart,, dengan semangat EMPAT LIMA aku terim...
-
Bismillah......... Hai....hai ketemu lagi dengan saya.... sekarang saya akan berbagi pengalaman selama saya tinggal di Gorontalo tepatnya ...
-
Harris Resort Waterfront Batam Jadi.... dulu waktu masih jadi karyawan di PT Pulau Sambu saya sering dengar bos cerita tentang pengalaman...
-
ini waktu aku masih kecil,, sekitar umur 4 tahun gitu.... kata orang-2 sich muka ku mirip dulce maria , telenovela yang berjudul carita de a...
-
buka-buka buku NCC jadi pengen nyobain bikin cake caremel yang aku suka bangeet... cake caramel is sarang semut heehhee kita mulai cerit...
-
Berhubung permintaan cuti ditolak dan akhirnya terpaksa kami berlebaran kembali disini, tiket Garuda GTO-PKU harus dicencel. Semua ...
-
sebelumnya baca dulu ya "tamasya ditengah samudra" Gunung Gamalama dari buritan kapal kantor luran Salero, berdampin...
-
selasa 21022012 hari ini adalah salah satu hari spesial ku... karena hari ini alhamdulillah aku di lamar *_* nah berhubung hari ini ada a...
tulisannya keren zist.jadi ingat Pare.
BalasHapuskapan2 mampir di Blog ku yach.www.vyemperor.wordpress.com.aku nulis tentang Pare juga disana.